Semasa Pandu hidup, ia memerintah kerajaan Hastinapura atas namakakaknya yang buta itu. Setelah Pandu wafat mulai timbul pertentanganantara keturunan Dretarashtra yaitu kaum Kurawa dengan keturunanPandu yaitu Pandawa Lima. Mereka saling berebut kekuasaan, danmasing-masing merasa memiliki hak atas Hastinapura.
Sebenarnya Pandawa itu bukan anak Pandu langsung. Hanya menurutdharma (hukum) yang menjadi anak Pandu adalah Kunti dan Madri.Kunti mempunyai 3 orang anak (semuanya lelaki), yaitu:
1. Yudhistira, anak sulung. Ayahnya dewa Dharma, merupakan lambang raja yang menghormati hukum (dharma).
2. Bhima, anak kedua, ayahnya dewa Bayu yang memiliki tenaga luarbiasa.
3. Arjuna,anak ketiga. Ayahnya dewa Indra, sangat mahir mempergunakananak panah.
Madri, saudara Kunti punya anak kembar. Ayahnya dewa Aswin.Anak kembar tersebut diberi nama Nakula dan Sadewa.
Anak-anak Dretarashtra yang jumlahnya 100 orang itu lahir dariseorang ibu. Dan yang sulung bernama Duryodhana.Duryodhana sesungguhnya seorang lelaki yang berjiwa pahlawan danberbudi mulia. Akan tetapi karena ia sering mendengarkan nasihat-nasihatjahat agar mencelakakan saudara sepupunya (Pandawa) akhirnya ia terbawajahat pula.
Persaingan antara Kurawa dan Pandawa memang terjadi sejak merekamasih kanak-kanak. Hingga saat dewasa Kurawa terus-terusan berusahamencelakakan sepupunya, untunglah Pandawa yang berjiwa besar selaluberhasil menghindarinya.Atas kebijaksanaan Dretarashtra dan untuk menghindari pertengkaran di antara kedua keluarga bersaudara itu, maka negara dibagimenjadi dua oleh Resi Bhisma. Sebagian beribukota di Indra Prastha diserahkan kepada Pandawa dengan Yudhistira sebagai rajanya, sebagianlagi beribukota di Hastinapura diserahkan kepada Kurawa dan dirajai olehDuryodhana.
Berkat kepemimpinan Yudhistira, Indraprastha berkembang pesatsehingga menjadi kerajaan yang termasyhur. Hal tersebut membuat hatikaum Kurawa menjadi semakin iri. Duryodhana kembali mendengarnasihat-nasihat buruk para pembantunya. Lalu dicarinya muslihat yangpaling ampuh untuk menjatuhkan Pandawa.
Pada suatu ketika Kurawa mengumumkan akan mengadakan pestabesar. Diundangnya Pandawa masuk ke istana Hastinapura. Dengan segalatipu daya dan kelicikannya kaum Kurawa berhasil membawa Yudhistirake meja judi, padahal Yudhistira sendiri sesungguhnya tidak pernahberjudi. Yudhistira main dadu dengan Sakuni yang memang sengaja disediakanoleh pihak Kurawa. Sakuni adalah penjudi ulung yang cerdik dantak terkalahkan. Sakuni selalu menang dan Yudhistira selalu kalah. Semua barang milikYudhistira habis dipakai taruhan, demikian pula milik adik-adiknya.Hingga akhirnya, kerajaan, adik-adiknya, dirinya sendiri bahkan kemudianistrinya menjadi korban taruhan. Yudtristira dan seluruhkeluarganya menjadi budak belian kaum Kurawa.
Pandawa yang berhati lembut harus melihat Drupadi, permaisuriYudhistira mengerjakan pekerjaan babu atas perintah orang-orangKurawa. Sungguh kejadian yang tidak adil, sebab sebelum Yudhistiramempertaruhkan istrinya di meja judi, Yudhistira sendiri sebenarnya sudah mempertaruhkan dirinya.
Dengan demikian sesungguhnya ia tidak berhak lagi bermain judi dan mempertaruhkan Drupadi, istrinya. Dengandemikian, Dretarashtra memutuskan bahwa semua permainan dianggaptidak sah dan harus diulang sekali lagi. Jika pada permainan terakhir tersebut Yudhistira kalah pula, maka Pandawa harus hidupdalam pengasingan di hutan selama 12 tahun. Dan pada tahun ketiga belas boleh hidup di tempat-tempat yang didiami orang dengan cara sedemikian rupa sehingga tidak dikenali oleh siapapun.Apabila ada yang mengenali siapa mereka yang sebenarnya, maka pengasingan harus diulangi dari permulaan lagi. Pada permainan yang terakhir, Yudhistira kalah lagi. Pandawa yangmalang harus menjalani hukuman pengasingan itu.
Dua belas tahun lamanya Pandawa mengembara di hutan-hutan, mendatangi berbagai pertapaan, menemukan kejadian-kejadian ajaib,dan penderitaan yang amat sangat. Setelah 12 tahun mengalami pengasingan,pada tahun ke-13 Pandawa menyamar sebagai pegawai pada istana raja Wirata. Mereka menyamar sebagai juru masak, kusir kereta, penyanyi, dan penari.
Selama penyamaran dan bekerja pada raja Wirata, mereka berhasilmenyelamatkan Wirata dari serangan kaum Kurawa tanpa dikenali siapamereka yang sesungguhnya. Setahun setelah menyamar sebagai pekerja di istana Wirata, barulah mereka menunjukkan siapa diri mereka yangsebenarnya. Atas jasa-jasa Pandawa dan untuk mempererat persaudaraan, maka Abimanyu, putera Arjuna dikawinkan dengan Utari, puteri Wirata. Baru setelah itu Pandawa mempersiapkan diri untukmengambil hak-haknya kembali dari kaum Kurawa.
Kurawa mengetahui kalau Pandawa hendak meminta kembali keajaannya, maka mereka berusaha mencarisekutu jika meletus perang dengan Pandawa nanti. Pada saat perang saudara hampir meletus, keduabelah pihak mencari Kreshna, masing-masing hendak meminta bantuan.Sementara Kreshna masih terus berusaha mencegah dan menghindari terjadinya perang saudara itu. Namun usahanya sia-sia. Pihak Kurawa dan Pandawa masing-masing bersikeras pada pendiriannya.
Akhirnya Kreshna memberikan dua pilihan kepada Kurawa dan Pandawa, memilih Kreshna seorang atau seluruh tentara Kreshna lengkap dengan persenjataannya.Kurawa yang mendapat kesempatan pertama tentu saja memilih seluruhpasukan Kreshna beserta persenjataannya, sedangkan Pandawa hanyamendapat bantuan Kreshna seorang. Menurut Kurawa yang berpikiran serakahapa artinya seorang Kreshna jika dibandingkan dengan puluhan ribupasukan yang dimilikinya. Tetapi sebaliknya Pandawa merasa bersyukurkarena Kreshna berada di tengah-tengah golongan Pandawa. Di dalam perangnanti dibutuhkan ahli siasat dan komando yang cerdik. Dan orang itutidak lain adalah Kreshna.
Bharatayuda segera dimulai. Perang selama 18 hari berlangsung tanpadapat dicegah lagi. Korban dari kedua belah pihak berjatuhan hinggahabislah seluruh keluarga Kurawa, kecuali tiga orang prajurit dan satu diantaranya adalah Aswatama, putera Resi Drona.
Pada malam hari, ketiga orang prajurit itu membunuh semua orang kecualilima orang Pandawa, Drupadi, dan Kreshna. Kaum ibu menangis,meratapi kepergian putera dan suami mereka yang gugur di medanperang.
Perang memang kejam. Apalagi perang tersebut terjadi antarasaudara sendiri. Hal tersebut dirasakan benar oleh lima pandawa yang tetaphidup. Mereka segera melakukan aswameda atau upacara peleburandosa karena telah berperang dengan saudara sendiri. Kuda tungganganmereka dibunuh kemudian dibakar. Asapnya diisap, maka dosa perangtelah dihapuskan.
Mahabarata diakhiri dengan masuknya Yudhistira ke dalam surga. Iatiba lebih dulu di sana dan melihat adik-adiknya dan Karna berada dineraka. Yudhistira tidak mau tinggal di surga seorang diri sementarasaudara-saudaranya berada di neraka, maka ia berkeinginan keras untuktinggal di neraka. Dalam pada itu datanglah para dewata, meredakan keinginanYudhistira dengan mengatakan bahwa apabila seseorang memilikidosa ringan harus mengalami tinggal di neraka sebelum masuk ke dalamsurga.
SELESAI


0 comments:
Posting Komentar